RiauKepri.com, PEKANBARU- Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau menggelar Majelis Zikir pada Jumat malam (8/8/2025), bertempat di Balai Adat LAMR, Jalan Diponegoro, Pekanbaru. Helat ini tiga hajat yakni, sebagai rangkaian Musyawarah V Lembaga Adat Rumpun Melayu (LARM) se-Sumatera, peringatan Milad ke-68 Riau, dan Hari Adat Sedunia.
Kegiatan rutin ini dimulai pukul 19.30 WIB, diawali dengan Shalat Isya berjamaah dan makan malam bersama, sebelum memasuki rangkaian utama tausiah dari H. Marhalim, S.Ag., zikir yang dipimpin K.H. Abu Yazid.
Ketua Umum DPH LAMR, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil menyebutkan bahwa kegiatan ini memiliki kaitan erat dengan Melayu yang tertuang dalam ungkapan Melayu. “Apa tanda orang Melayu, Islam semata di dalam kalbu, Adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah. Siapa meninggalkan syarak, maka ia meninggalkan Melayu. Siapa memakai syarak, maka ia masuk Melayu. Bila tanggal syarak, gugurlah Melayunya,” kata Datuk Seri Taufik.
Selain itu, Datuk Seri Taufik juga memaparkan program kerja LAMR, termasuk perkembangan menyambut Daerah Istimewa Riau (DIR).
“Naskah Akademis DIR akan diterbitkan pada 17 Oktober mendatang. Pada bulan September, kami juga akan menggelar seminar nasional untuk menguatkan perjuangan mengangkat Abdul Wahab Rokan sebagai Pahlawan Nasional,” ujar
Datuk Seri Taufik.
Turut hadir dalam helat tersebut Gubernur Riau, diwakili Asisten I Setdaprov Riau Tuan Zukifli Syukur, Korem 031/Wirabima diwakili oleh Tuan Mayor Laut Boni, Danlanal Dumai diwakili oleh Mayor Afnan Saleh, Hakim Tinggi Pengadilan Agama Pekanbaru, Tuan H. Hudri, serta pengurus LAMR Provinsi Riau.
Sementara itu, dalam sambutannya Asisten I Setdaprov Riau, Zulkifli Syukur, menyampaikan apresiasi atas upaya LAMR memadukan agama dan budaya. Pemerintah Provinsi menegaskan komitmen menjadikan adat sebagai fondasi pembangunan serta pentingnya menjaga warisan leluhur untuk generasi mendatang. (RK1)







