RiauKepri.com, PEKANBARU– Di tengah persiapan pembukaan Festival Pacu Jalur tingkat nasional di Tepian Narosa, Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, yang dijadwakan dilakukan
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka,
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi 32 titik panas (hotspot) di Provinsi Riau per Selasa (19/8/2025), pukul 23.00 WIB.
Titik-titik panas tersebut menjadi indikator potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah tersebut.
“Total hotspot di wilayah Riau sebanyak 32 titik, terbanyak berada di Kabupaten Rokan Hilir sebanyak 28 titik,” ujar Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru, Gita Dewi S, Selasa (19/8/2025).
Selain di Rokan Hilir, tiga titik panas terdeteksi di Rokan Hulu dan satu titik di Kampar. Secara keseluruhan, total hotspot di Pulau Sumatera mencapai 639 titik, dengan Sumatera Utara mencatat angka tertinggi yakni 403 titik.
Meski demikian, BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem. Kondisi cuaca di Riau sepanjang Selasa diprakirakan didominasi berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang yang bersifat lokal di sejumlah wilayah.
Suhu udara di Riau berkisar antara 23,0 hingga 34,0 derajat Celsius dengan kelembapan 55 hingga 99 persen. Angin bertiup dari arah tenggara ke barat daya dengan kecepatan 10–30 km/jam. Sementara itu, tinggi gelombang laut di perairan Riau berada pada kisaran 0,5–1,25 meter atau termasuk kategori rendah. (RK1)







