Menu

Mode Gelap
Perjuangan Hamizan, Balita Siak dengan Kelainan Jantung, Dapat Dukungan Pemkab dan Yayasan Jantung Indonesia Dua Agenda Krusial SIWO di HPN 2026: SIWO Award 2025 dan Penentuan Porwanas 2027 Prakiraan Cuaca Kepri Jumat, 16 Januari 2026 – Umumnya Berawan dengan Potensi Hujan Lokal Imigrasi Pekanbaru Tegaskan Komitmen Peningkatan Kinerja dan Pelayanan Keimigrasian Dusun Tua Rimba Cempedak Belum Berlistrik, Bupati Siak Janji Perjuangkan Penerangan Audiensi ke LAMR, KSPSI Riau Ingin Jaga Citra Organisasi dan Marwah Melayu

Pekanbaru

Wawako Pekanbaru Tegaskan Kritik Harus Berdasarkan Fakta

badge-check


					Makarius, Wakil Wali Kota Pekanbaru. (Foto: Ist) Perbesar

Makarius, Wakil Wali Kota Pekanbaru. (Foto: Ist)

RiauKepri.com, PEKANBARU– Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, menegaskan bahwa Pemerintah Kota Pekanbaru tidak anti terhadap kritik selama disampaikan berdasarkan fakta. Hal itu disampaikan saat pengukuhan pengurus Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Pekanbaru di lantai 3 Gedung MPP, Kamis (11/12).

Markarius menyebutkan kritik yang tidak sesuai fakta berpotensi menimbulkan fitnah dan hoaks. Karena itu, ia berharap media siber dapat berperan aktif dalam menyebarkan informasi yang berimbang dan akurat kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Makarius juga menyoroti kabar yang sempat beredar terkait tudingan bahwa dirinya ingin mempidanakan kontraktor. Politisi PKS tersebut menegaskan bahwa informasi itu tidak benar dan tidak sesuai dengan kejadian di lapangan.

Markarius menjelaskan bahwa permasalahan itu bermula dari adanya perusakan fasilitas umum oleh pihak kontraktor yang mengerjakan pembangunan, termasuk pemasangan drainase. Menurutnya, alasan perusakan yang dikaitkan dengan tunda bayar tidak dapat dibenarkan karena fasilitas tersebut sudah menjadi milik publik.

Ia mengungkapkan bahwa kontraktor sudah berkali-kali dipanggil namun tidak hadir. Saat turun langsung ke lapangan, Markarius menegaskan bahwa tindakan merusak fasilitas umum dapat dikenakan sanksi pidana, sehingga pernyataannya bukanlah upaya kriminalisasi.

Selain itu, ia turut menyinggung pemberitaan terkait bantuan Pemerintah Kota Pekanbaru untuk korban bencana di Sumatra yang sempat viral. Menurutnya, kualitas pemberitaan sangat bergantung pada framing yang dipilih wartawan.

Markarius mencontohkan bahwa meski keuangan daerah sedang defisit, bantuan tetap diberikan sebagai bentuk empati. Dengan framing yang tepat, katanya, pesan positif tersebut dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Imigrasi Pekanbaru Tegaskan Komitmen Peningkatan Kinerja dan Pelayanan Keimigrasian

16 Januari 2026 - 06:12 WIB

Audiensi ke LAMR, KSPSI Riau Ingin Jaga Citra Organisasi dan Marwah Melayu

15 Januari 2026 - 18:43 WIB

‎Di Panggil Presiden Prabowo, Rektor Unilak Prof Junaidi hadir Bersama 1200 Rektor di Istana Presiden

15 Januari 2026 - 17:52 WIB

LAMR Terima Kunjungan Mahasiswa University Malaya, Perkuat Edukasi Budaya Melayu Serumpun

15 Januari 2026 - 07:10 WIB

Kejari Pelalawan Bongkar Mafia Pupuk, 15 Tersangka, 6 ASN Terjerat, Negara Jebol Rp 34 M

14 Januari 2026 - 14:53 WIB

Trending di Pekanbaru