RiauKepri.com, PEKANBARU– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mengeluarkan peringatan dini potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Provinsi Riau, Senin (16/2/2026).
Forecaster On Duty BMKG Riau, Gita Dewi S, menyampaikan bahwa kondisi cuaca tersebut diprakirakan terjadi pada siang hingga sore hari dan berlanjut pada malam hingga dini hari.
“Waspada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Kuantan Singingi, Rokan Hulu, Siak, Kota Dumai, dan Kota Pekanbaru pada siang/sore dan malam/dini hari,” ujar Gita.
Pada pagi hari, cuaca di sebagian wilayah Riau diprakirakan dalam kondisi udara kabur hingga berawan. Hujan ringan berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Kepulauan Meranti, dan Kuantan Singingi.
Memasuki siang hingga sore hari, cuaca cerah berawan hingga berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang yang diprakirakan terjadi di hampir sebagian besar wilayah Riau.
Malam hari, hujan ringan hingga sedang diprakirakan mengguyur wilayah Kabupaten Siak, Rokan Hilir, Kepulauan Meranti, Indragiri Hilir, Bengkalis, serta Kota Dumai dan Kota Pekanbaru.
Sementara pada dini hari, hujan ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Rokan Hilir.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi genangan air, pohon tumbang, dan gangguan aktivitas akibat cuaca ekstrem yang dapat terjadi secara tiba-tiba.
Sementara untuk wilayah perairan Provinsi Riau, tinggi gelombang laut diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter atau dalam kategori rendah. Meski demikian, nelayan dan pengguna transportasi laut tetap diminta memperhatikan perkembangan cuaca terkini.
Sedangkan berdasarkan update pukul 23.00 WIB, total titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera tercatat sebanyak 51 titik. Dari jumlah tersebut, Provinsi Riau menyumbang 40 hotspot.
Rinciannya, Kabupaten Bengkalis sebanyak 21 titik, Pelalawan 11 titik, Siak 5 titik, Kota Dumai 2 titik, dan Indragiri Hilir 1 titik.
Sementara itu, di provinsi lain tercatat Aceh 2 titik, Bangka Belitung 1 titik, dan Kepulauan Riau 8 titik.
BMKG mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak. (RK1)







