RiauKepri.com, TANJUNGPINANG — Pemikiran Raja Ali Haji menjadi bahasan utama dalam diskusi sastra Festival Sastra Raja Ali Haji (RAHFest) 2026 di Kampus Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Kamis (29/10/2026). Diskusi bertajuk Reka Citra Sang Pujangga itu menghadirkan Hasan Aspahani dan Husnizar Hood sebagai pembicara, dengan Robby Patria sebagai moderator.
Dalam diskusi tersebut, Husnizar Hood mengingatkan agar Raja Ali Haji tidak hanya dikenang melalui seremoni tahunan. Karya dan pemikiran pujangga besar Melayu itu harus terus dihidupkan melalui seni, teknologi digital, serta pembangunan Museum Bahasa Nasional di Pulau Penyengat.
Sementara itu, Hasan Aspahani menegaskan pentingnya memahami kontribusi Raja Ali Haji terhadap perkembangan bahasa Indonesia. Menurut dia, bahasa Indonesia yang digunakan saat ini memiliki akar sejarah dan tradisi keilmuan yang kuat, dengan Raja Ali Haji sebagai salah satu tokoh penting dalam penataan bahasa Melayu.
Selain Reka Citra Sang Pujangga, agenda hari kedua RAHFest 2026 juga menghadirkan diskusi bertajuk Raja Ali Haji: Titik Tolak Inspirasi. Diskusi ini menampilkan Adi Lingkepin dan Fatih Muftih sebagai pembicara, dengan Muhammad Sabri sebagai moderator.
Rangkaian kegiatan pada Kamis itu juga diisi pembacaan puisi dan Parade Senja Berpuisi di Panggung Utama Gedung Daerah. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para penyair untuk menampilkan karya sekaligus merayakan sastra dalam suasana terbuka.
RAHFest 2026 berlangsung pada 28–30 Oktober 2026 dengan rangkaian diskusi, pembacaan puisi, serta pertunjukan seni dan musik tradisi untuk menghidupkan warisan pemikiran Raja Ali Haji. (RK/*)












