Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Nasional

20.980 Prajurit TNI AL Dikerahkan ke Jakarta, Mabes TNI Minta Masyarakat Tak Cemas

badge-check

Ilustrasi diolah menggunakan ChatGPT Perbesar

Ilustrasi diolah menggunakan ChatGPT

RiauKepri.com, JAKARTA– Pergerakan 20.980 prajurit TNI Angkatan Laut menuju Jakarta secara bertahap menyita perhatian masyarakat. Jumlah personel yang tidak sedikit itu memunculkan pertanyaan mengenai situasi keamanan Ibu Kota, terlebih berlangsung di tengah dinamika politik dan hukum nasional.

Namun, Markas Besar TNI meminta masyarakat tidak khawatir maupun mengaitkan pengerahan pasukan tersebut dengan isu politik tertentu.
Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Muhammad Nas menegaskan, pengerahan prajurit merupakan bagian dari kesiapsiagaan yang biasa dilakukan TNI dalam menjalankan tugasnya.

“Pengerahan pasukan merupakan hal yang biasa dilakukan TNI untuk kesiapsiagaan,” kata Muhammad Nas saat dikonfirmasi, Rabu (4/11/2026).

Ia juga meminta publik tidak menghubungkan mobilisasi pasukan tersebut dengan berbagai isu yang sedang berkembang, termasuk kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto.

“Enggak perlu dikaitkan dengan isu apa pun,” tegasnya.

Menurut Nas, setiap prajurit TNI dituntut senantiasa siap menghadapi berbagai kemungkinan dalam menjalankan tanggung jawab menjaga kedaulatan negara dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“TNI dituntut senantiasa siap siaga untuk melindungi segenap bangsa dan menjaga keutuhan NKRI, selalu siap melaksanakan tugas berpedoman pada perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.

Sebelumnya, sebanyak 20.980 personel TNI AL disiapkan bergerak menuju Jakarta secara bergelombang berdasarkan Surat Telegram Panglima TNI Nomor STR/96/2026 tertanggal 2 November 2026.

Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut Yayan Sofiyan membeberkan rencana pengerahan tersebut pada Selasa (3/11/2026).
Mobilisasi dilakukan melalui empat tahapan dengan melibatkan Korps Marinir, Koarmada RI, Koarmada I, serta unsur pendukung logistik.

Untuk mengangkut personel dari luar Jakarta, TNI AL mengerahkan kapal perang KRI Makassar dan KRI Surabaya. Pergerakan lainnya dilakukan melalui jalur darat menggunakan konvoi truk dan bus.

Pada tahap akhir, sebanyak 13.140 personel disiagakan di pangkalan masing-masing sambil menunggu instruksi lanjutan.

Besarnya jumlah prajurit yang disiapkan itu semakin menjadi perhatian karena berlangsung bersamaan dengan pengungkapan kasus dugaan penyadapan ilegal yang menyeret mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan dua jenderal lainnya.

Meski demikian, Mabes TNI menegaskan kesiapsiagaan prajurit merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab institusi dalam melindungi bangsa dan negara. (RK1)

sumber: suara.com/kompas.com

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Presiden Pecat Listyo Sigit dari KSP, Letjen Aryo Windutomo Jadi Pengganti Sementara

4 Nov 2026 - 13:49 WIB

Presiden Pecat Listyo Sigit dari KSP, Letjen Aryo Windutomo Jadi Pengganti Sementara

Mahfud Sebut Kasus Penyadapan Listyo Sigit Bisa Berujung Hukuman Mati Jika Terbukti Makar

4 Nov 2026 - 12:40 WIB

Mahfud Sebut Kasus Penyadapan Listyo Sigit Bisa Berujung Hukuman Mati Jika Terbukti Makar

Listyo Sigit dan Dua Jenderal Jadi Tersangka, Kapolri Suyudi Dapat Pujian dan Dukungan

4 Nov 2026 - 09:46 WIB

Listyo Sigit dan Dua Jenderal Jadi Tersangka, Kapolri Suyudi Dapat Pujian dan Dukungan

Hanya Gibran Tak Disebut dalam Daftar Sasaran Penyadapan Ilegal, Yusril: Wallahu A’lam

4 Nov 2026 - 09:02 WIB

Hanya Gibran Tak Disebut dalam Daftar Sasaran Penyadapan Ilegal, Yusril: Wallahu A’lam

Wartawan Juga Jadi Korban Penyadapan Listyo Sigit dan Dua Jenderal

4 Nov 2026 - 08:41 WIB

Wartawan Juga Jadi Korban Penyadapan Listyo Sigit dan Dua Jenderal
Trending di Nasional